You are currently browsing the monthly archive for July, 2008.

Nada dering HP khusus membangunkanku pagi ini. Waktu kuangkat “ya, hallo..”, terdengar jawaban dari adek-q yang baru berusia 6 taun “hallo.. mbak nana.. kapan pulang?”. Otomatis aku langsung terduduk di tempat tidur. Duh, adek kecilku.. mbak juga pengen pulang.. ngumpul bareng bapak, ibu, sama keluarga yang laen.. tapi apa daya.. kerjaan disini ga bisa ditinggal.. Hiks.. sedihnya diriku.. :(

Klo dihitung, udah berapa lama ya ga pulang kampung… Dulu waktu masih kuliah, kayaknya ada 4x deh aq pulang dalam setaun.. Sedihnya…

Mana tadi waktu di-telp, ibu bilang klo adek-q abis ketabrak motor trus dapet 6 jahitan dibagian kepalanya lagi… Jadi tambah ga tenang.

Pokoknya akhir minggu ini aku mau pulang!! Terserah mo ada hujan badai atau harimau lepas.. Pokoknya pulang!!

Jumat oh jumat… Cepatlah datang…

Saat kubuka suatu lembar buku kehidupanku..
Kutemukan tanda tanya besar disana
Apa yang sudah kulakukan selama ini?
Tak kutorehkan satupun sejarah berarti
Hanya dosa dan dosa yang semakin bertumpuk
dan.. Keinginan yang semakin menggunung dari hari ke hari

Di detik ini, tiba-tiba kutersadar..
Terbesit tanya dalam hati
“Ya Allah, sehina inikah diriku..”
Hanya memikirkan nafsu duniawi
Tanpa memikirkan ajal dan kehidupan selanjutnya yang menanti
Hanya memikirkan cara memupuk dan mengais sebanyak mungkin rezeki
Tanpa ingat berbagi..
Tanpa ingat mereka yang sedang bersusah hati..

Ya Allah…
Masih berapa lamakah sisa hidupku di dunia ini?
Masih adakah waktu untukku bertobat?
Masih mungkinkah aku mendekat pada-Mu?
Hanya dengan bermodalkan iman seujung jari..

Ya Allah..
Engkau yang senantiasa sabar menanti hamba-Mu
Hanya tuk’ sekejab saja mengingat-Mu..
Engkau yang Maha Pengasih
Yang tak pernah menolak permintaan hamba-Mu apapun itu..
Saat ini..
Kubersujud pada-Mu
Memohon dengan tulus hati
Akan ampunan dosa-dosa yang takkan habis sepanjang hidup ini
Ku tak’ ingin kembali pada kondisi yang rapuh hati
kondisi yang hanya mengejar apa yang tampak
Tanpa memperdulikan arti yang sejati..

Ya Nabi…
Maafkan umatmu ini..
Yang tak’pernah mengikuti sunnahmu..
Hanya memperturutkan apa yang ada di hati
Seringkali kuterbayang..
Akankah engkau menangis dalam tidurmu saat ini?
Melihat betapa banyaknya umatmu yang saling berperang dan bertengkar
Hanya demi sesuatu yang tak pasti

Ya Nabi..
Mungkinkah nanti
Diri ini memiliki keberuntungan tuk hanya melihat wajahmu
Mengingat senyum-mu
Sementara ku tahu..
Diri ini tak layak bahkan hanya untuk melihat bayangmu..

Saat ini..
Terukir kata di hati
Ku kan berusaha menjalani apa yang seharusnya kujalani
Sebagai manusia, sebagai hamba yang berbakti..

Semoga apa yang kuingat saat ini
Kan terus terpatri sampai ku mati..